Wisata Kuliner di Solo

Tulisan ini dimaksudkan untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia mengingat tahun 2008 adalah tahun kunjungan wisata Indonesia. Meski website Depbudpar sendiri menuai kritik karena biayanya yang mencapai  Rp 17,5 milyar, toh pariwisata Indonesia melibatkan banyak pihak dan bukan cuma para koruptor dan manipulator.

Maka, kali ini saya menurunkan pengalaman mencoba tiga tempat makan berbeda kelas di Solo. Kenapa cuma tiga? Semata karena keterbatasan manusiawi dan waktu saya saja.Tempat pertama yang hendak saya ulas adalah warung tenda lesehan di Jl. Dr. Muwardi. Di deretan warung tenda ini ada beragam makanan seperti halnya warung tenda di tempat lain. Apa yang khas dari tempat ini adalah ternyata menu spesial dan terbanyak dijajakan adalah bebek goreng dan bakar. Lumayan juga dengan Rp 10.000,00 saja Anda sudah bisa makan kenyang. Kalau mau greng bisa dipungkasi dengan meminum susu segar asli Boyolali, katanya sih yang paling terkenal adalah Shi Jack.

Tempat kedua yang saya coba adalah restoran Kusumasari. Ini adalah restoran lama Solo sejak era 1980-an. Menurut informasi restoran ini dimiliki oleh ibunda seniman Sardono W. Kusumo yang kini menjabat Rektor IKJ. Di restoran ini Anda bisa menyantap selat Solo, cordon, kroket dan aneka makanan bernama “Londo” tapi ternyata diolah dengan citarasa Solo asli. Saran saya kalau setelah makan, jangan pesan es krim bernama Kusumasari karena berisikan lima scoop. Jadi terlalu kenyang rasanya.

Last but not least, adalah tempat yang tercantum di foto ilustrasi. Saya dan kekasih saya mencoba mencari restoran yang pernah dibahas pula oleh Bondan “Mak Nyus” Winarno. Restoran yang tergolong cukup mewah ini bernama Rumahkoe dan terletak di Jl. Dr. Radjiman. Restoran yang mengambil tempat di bekas rumah juragan batik di kawasan Laweyan ini interiornya asri penuh dekor barang kuno. Ini dia menu andalan Roemahkoe yang tidak ditemukan di restoran lain : Nasi Jemblung dan dessert menu-nya yang inovatif (nekat maksudnya, karena menggabungkan makanan panas dan dingin dalam satu sajian), Pisang Owol.

Jadi, mana yang Anda pilih, tergantung selera Anda. Oh ya, sebagai informasi, di Solo warung tenda tidak terlalu banyak. Dan bila hujan mereka kerap tidak jualan. Tapi harga makanan masuk kategori ‘aman’ untuk kantong. Dengan Rp 25.000,00 saja Anda sudah bisa makan kenyang berdua.Caption: Saya dan makanan di Rumahkoe (kiri), Yoice kekasih saya dengan latar suasana di Rumahkoe (kanan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s