Seni Membuang Klien

Saya terinspirasi opini Djoko Hartanto di majalah Concept edisi 20/2007-Desember 2007 dengan judul sama. Pendeknya ia menekankan agar para skillful designer berani bernegosiasi soal harga, bahkan lebih jauh ia menyarankan agar menolak klien yang tidak menguntungkan. Yang perlu dipertahankan cuma dua macam klien. Pertama adalah yang berselera bagus, meski budgetnya agak mepet. Yang kedua, pekerjaan standar namun bayarannya lumayan. Bagi saya, yang ideal adalah jenis ketiga –yang tidak disebut Djoko- yaitu klien dengan selera bagus dan budget yang lumayan!Saya ingat sahabat saya Rene Suhardono Canoneo –pemilik jaringan restoran dan café antara lain Dixie Café, Warung Pasta, Mahi-mahi, Rice Bar, Health Freaks dan Segarra- yang juga managing partner di Amrop Hever itu pernah mengatakan, sebagai pengusaha kita harus punya ‘harga diri’. Artinya, kalau harga jasa atau barang yang kita ajukan kepada klien ditawar seperti di Mangga Dua atau Tanah Abang, kita harus berani menolak. Jangan sampai begitu klien menawar, kita langsung setuju memberikan potongan harga yang tak jarang justru amat besar. Ini akan menjatuhkan kualitas kita sendiri di mata klien.Saya sendiri senantiasa belajar. Usaha saya masih amat baru. Namun saya mencoba mengikuti nasehat itu. Saya mulai pilih-pilih klien. Dan alhamdulillah malah mereka respect. Ada satu klien yang meminta Bahtera Jiwa Consultant –konsultan SDM dan psikologi yang saya kelola- untuk mengadakan assessment di luar kota dan mereka menawar biayanya, saya langsung tolak dengan argumen jelas. Mereka mengerti dan akhirnya membayar, tepat waktu lagi! Jadi, tanamkan dalam pikiran, business is business. The rest is not my business.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s