Polisi & Harapan Masyarakat

barikade polisiKemarin merupakan Hari Bhayangkara. Polisi kita sebenarnya makin membaik dari hari ke hari. Profesionalisme dikedepankan dengan mengutamakan pengembangan kompetensi dan ketrampilan. Detasemen 88 sebagai satuan anti terorisme konon telah membekuk teroris lebih banyak daripada lembaga mana pun di dunia. Demikian pula pencitraan di televisi sebagai polisi yang humanis melalui program lalu-lintas NTMC dengan sejumlah anggota Polwan yang cantik membuat citra polisi makin baik. Sayangnya, saat terjadi demonstrasi dan kekerasan di masyarakat, penanganan oleh polisi terkesan masih “setengah hati”. Ada elemen masyarakat yang ditangani dengan tindakan represif, sementara malah ada yang dibiarkan begitu saja.

Harapan masyarakat kepada Polri memang cukup besar. Terutama menjadi pelindung dan pengayom yang adil dan profesional. Terutama berani menindak siapa pun yang melanggar hukum, bahkan termasuk pejabat negara atau anggotanya sendiri.

Masyarakat sudah jenuh dengan adanya pengistimewaan hukum terhadap orang atau pihak tertentu. Kita semua masih terikat pada paradigma keengganan berhubungan dengan polisi apabila tidak terpaksa sekali. Adagium “kalau kita hilang ayam, lapor polisi malah hilang kambing” masih terasa sekali.

Fenomena “putor” dan kewajiban mencari anggaran operasional bagi setiap anggota polisi bisa jadi adalah muaranya. Padahal, seharusnya setiap anggota polisi sudah tercukupi kebutuhannya oleh anggaran negara. Sehingga, tidak perlu lagi “membisniskan perkara” seperti kerap kali terjadi.

Saya cukup tahu hal ini karena kolega bisnis yang sangat dekat dengan saya berkiprah di bidang ini. Ia banyak bercerita mengenai berbagai lekuk-liku “perkara” yang ditanganinya. Kawan lama saya seorang pengacara handal juga pernah bertutur serupa.

Sebenarnya, masalah mafia hukum ini bukan cuma tanggung-jawab institusi kepolisian semata. Karena di dalamnya ada peranan penegak hukum lain seperti hakim, jaksa dan pengacara. Kini malah ada elemen penegak hukum tambahan seperti KPK dan PPNS.

Maka, agar harapan masyarakat kepada Polri bisa terpenuhi, tak bisa lain selain teguh memegang Tri Brata dalam menjalankan tugas. Dirgahayu Polri!

Sumber foto: ciputranews.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s