Biaya Perjalanan Dinas

Pekan lalu, saya baru saja menyinggung soal perjalanan dinas. Betapa hal ini kerap menjadi pos korupsi. Dan benar saja, kemarin Koran Sindo menuliskan hal senada. Berdasarkan keterangan dari Uchok Sky Khadafi, Direktur Investigasi & Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) dalam keterangannya pada hari Kamis (13/6) menyebutkan bahwa terdapat kerugian negara sebesar  Rp 30.359.514.679 pada 36 institusi pemerintah & lembaga negara. Salah satunya kerugian negara di KPU disebabkan penyimpangan perjalanan dinas yang mencapai 117 juta.
Terus-terang saya heran, apakah dalam konteks perjalanan dinas ini tidak ada kontrol dari lembaga pengawas. Di samping itu, apakah tidak ada rasa malu dari pelakunya? Apakagi seringkali dipergoki jurnalis. Sebenarnya bukan hanya perjalanan dinas dalam konteks kunjungan atau studi banding saja yang perlu diwaspadai. Tapi juga yang berkedok pelatihan. Seorang rekan saya pernah bercerita bahwa di tahun pertama ia bekerja sebagai pegawai BUMN sudah 4 kali dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. Padahal  menurutnya di Indonesia saja ada.
Akan sangat ironis kalau rakyat dipaksa menderita karena naiknya harga BBM, sementara para penyelenggara negara pamer kemewahan seperti itu. Mengurangi perjalananan dinas menjadi 50 % di tiap instansi niscaya bisa menghemat APBN secara signifikan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s