Rekan dari rekan saya -atau kalau meminjam istilah yang dulu dipopulerkan Friendster: second degree friend- menceritakan pengalamannya sebagai petugas Customer Service (CS) untuk nasabah premium di bank papan atas. Salah satunya ia ‘curcol’ tentang kebiasaan orang-orang superkaya itu yang aneh-aneh, di antaranya suka marah-marah. Ia menyebut contoh salah satunya, seorang tokoh terkenal yang andaikata saya [...]
Filed under: About Value/Tentang Nilai | Tagged: moral, privat, publik | Leave a Comment »










