Kalau kemarin kita membicarakan mengenai minat menjadi menteri dalam kabinet mendatang, kali ini kebalikannya. Yaitu gejala yang ditunjukkan menteri pasca mengetahui ia tidak akan lagi terpilih. Seorang teman di FaceBook menulis status (comment)-nya dengan jenaka: “Ia menjadi murung dan tak banyak bicara semenjak mengetahui tak akan ada lagi telepon baginya dari Cikeas”. Entah orang yang [...]
Filed under: Humanity/Humaniora, Politic/Politik | Tagged: depresi, Indonesia, Menteri, politik, Post Power Syndrome, psikologi | Leave a Comment »










