
Suatu saat, para sahabat sedang berkumpul di sebuah majelis di dalam masjid. Tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya Rasulullah SAW memasuki masjid. Sontak para sahabat tergopoh-gopoh berdiri untuk menyambut dan menghormati pemimpin mereka. Tapi Rasulullah melarang mereka memberikan penghormatan berlebihan kepadanya. Dan para sahabat pun urung berdiri.
Sementar, di dunia banyak orang berlomba-lomba untuk meraih kehormatan. Banyak yang tidak menolak saat orang lain berebut mencium tangannya atau berdiri menghormatinya. Malah juga tidak sedikit yang jelas meminta orang lain memberi penghormatan berlebihan. Padahal, kehormatan sejatinya diraih karena apa yang secara konsisten dilakukan dalam hidup. Bukan karena permintaan secara instan.Ia adalah hasil atau akibat, bukan sebab atau cara.
Hidup merupakan jalan panjang meraih kehormatan. Militer Indonesia sampai menempatkannya sebagai semboyan “kehormatan adalah segala-galanya”. Di sini berarti nilai kehormatan amat penting, karena bahkan nyawa pun akan dikorbankan demi mempertahankan kehormatan. Kehormatan yang bukan sekedar status, tapi juga pengakuan dari orang lain dan dunia.
Hari ini, saya membaca berita bahwasanya kemarin salah satu penyanyi favorit masa kecil saya meninggal dunia. Ya, dialah Michael Jackson. Rasanya saya masih punya beberapa kasetnya, bahkan seri khusus yang bergambar patung dirinya. Saya kagum terutama kepada profesionalitasnya sebagai penyanyi. Lagu-lagunya selalu jadi hits, sudah begitu aksi panggungnya tak ada tandingannya di masanya. Gerakan-gerakan tarinya mengilhami koreografer seluruh dunia. Siapa penggemar pop dan penari yang tak tahu “Moonwalk” ciptaannya itu?
Sayangnya, semasa hidupnya ia kesepian. Jacko kecil kehilangan masa kanak-kanak yang indah, karena sudah terjun ke dunia hiburan sejak usia belia. Meski ia mendapatkan kemasyhuran dan kekayaan karena kerja kerasnya di dunia hiburan, namun ia gagal mendapatkan kehormatan. Pernah misalnya, ia mengeluh diperlakukan polisi dengan tidak senonoh saat diperiksa dalam kasus perundungan seksual kepada anak di bawah umur. Perlakuan polisi itu antara lain memfoto alat kelaminnya! Astaga!
Kehormatan memang sulit diperoleh, apalagi dipertahankan. Jacko mencoba meraihnya dengan berbagai cara. Termasuk membuat patung dirinya di tujuh kota berbeda di tujuh negara. Patung raksasa yang serupa dengan patung penguasa diktator ala Saddam Hussein itu seolah membuat dirinya jadi penguasa dunia. Namun, kehormatan itu tak kunjung diraihnya. Hidupnya tidak tenang dirundung berbagai persoalan, terutama masalah psikologis. Dan semua itu menyeret kehormatannya jatuh ke jurang terdalam.
Alhamdulillah-nya Michael Jackson memutuskan menjadi mua’llaf di akhir hidupnya dan mengganti namanya jadi Mikaeel. Salah satu koran terlaris di Inggris, Daily Mail, pada 21 November 2008 memberitakan kalau ia menjadi muslim dalam upacara di rumah teman dekatnya Steve Porcaro di Los Angeles. Dengan demikian Michael Jackson mengikuti jejak kakaknya Jermaine Jackson yang telah masuk Islam semenjak 1989. Sebelum memeluk Islam, Jacko dibesarkan dengan norma dan tata cara Saksi Jehovah. Ketertarikannya kepada Islam selain disebabkan sering berdiskusi dengan Jermaine juga karena ia berinteraksi dengan mu’allaf lain terutama David Wharnsby, penulis lagu asal Kanada dan produser Phillip Bubal.
Untunglah Tuhan memilih memanggilnya segera setelah ia masuk Islam. Hal itu merupakan sebuah keberuntungan, karena sebuah kehormatan telah berhasil ia raih setelah hampir sepanjang usia ia tidak mampu meraihnya. Duka begitu banyak orang, bahkan sampai menyebabkan Google dan Twitter sempat hang, semoga membuat jalannya makin mudah karena do’a mereka yang tulus mencintainya. Mereka yang menghormatinya karena perbuatan positif yang dilakukannya selama hidup. Ia akan diingat sebagai legenda yang penuh karya, “King of Pop” yang inspiratif. Bukan sebagai pencabul anak-anak yang sakit jiwa, yang sebenarnya justru harus kita kasihani. Dengan kematiannya, kisah hidupnya ditutup. Setitik noda dalam hidupnya niscaya tidak akan merusak susu sebelanga yang pernah ditaburkannya. Semoga ALLAH SWT merawatnya dan mengganti masa kecilnya yang hilang. Aamiin.
Keterangan Foto: Michael Jackson berbaju hitam tampak mengenakan semacam kafiyeh, keluar dari kediaman seorang konglomerat muslim Timur Tengah. Tanggal pasti pengambilan foto dan sumber asli tidak diketahui.
(oleh: Bhayu M.H., diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)
Filed under: About Value/Tentang Nilai, Inspiring People/Tokoh Panutan | Tagged: hidup, Islam, kehormatan, meninggal, Michael Jackson, Rasulullah, Saksi Jehovah









