Dunia Memang Tidak Adil

“Dunia memang tidak adil, tapi kita masih bisa menyiasatinya.”

Itulah tema siaran langsung “Mario Teguh Golden Ways” di Metro TV semalam. Kebetulan saya dapat bisa dapat kursi untuk menghadiri acara itu. Dari situ, tentu saja sama halnya dengan saat melihatnya tayang di TV, saya mendapat banyak inspirasi. Walau tentu hadir langsung di studio malah jadi tidak bisa sambil ngemil dan berbaju santai. Toh, pengalaman melihat shooting macam ini lumayan juga untuk mempersiapkan diri. Siapa tahu bisa ikut jejaknya beliau kan? Aamiin.

Dari materi yang dibicarakan dalam edisi tersebut, hanya akan saya bagikan sedikit sebagai bahan inspirasi kita semua. Karena mungkin banyak di antara Anda yang sudah menonton acaranya semalam, jadi saya tidak mengulang, hanya mengambil yang paling menarik menurut saya dan membahasnya.

Dalam menyikapi hidup, seringkali kita berbenturan dengan fakta menyedihkan. Ada orang yang lebih bodoh, lebih jelek, lebih pendek, lebih muda atau karakter inferior lainnya, namun nyatanya lebih sukses daripada  kita sendiri. Padahal, ada pepatah bijak yang mengatakan jikalau untuk urusan amal maka melihatlah ke atas, sementara untuk urusan rezeki melihatlah ke bawah. Tapi, kita banyak yang terbalik.

Menurut Mario Teguh, kita sering lupa, bahwa manusia adalah “pemilik proses”, sementara Tuhanlah “pemilik hasil”. Artinya, kita hanya bisa berusaha sebaik mungkin, sementara Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

Dalam proses itulah, kita harus berupaya menjadi teman dan melayani kebutuhan orang lain. Berpikir positif akan berimplikasi tindakan positif. Karena berpikir tanpa bertindak sama saja ngelamun kan? Tindakan positif itulah yang kerap ditunda-tunda, dengan berbagai alasan.

Maka, jangan berharap dunia ini adil. Tapi bertindaklah untuk menyiasatinya. Bagaimana caranya? Ada 5 langkah yang dibagikan Mario Teguh agar mendapat hasil positif dalam hidup di dunia, terutama agar selalu mendapatkan jawaban ya dari siapa pun:

  1. Tell Well
  2. Sell Well
  3. Repeat
  4. Reposition
  5. Compromise

Apa dan bagaimana kelima langkah tersebut diimplementasikan, mungkin bisa saya tulisan lagi dalam kesempatan berikut. Sukses, demi Indonesia Raya!

(oleh: Bhayu M.H., diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)

Leave a Reply