TROMPET Dili, 12 November 1991 ”Seharusnya kutiup kau malam itu.” Supaya orang-orang yang terbunuh bangkit lagi dari kematian? ”Seharusnya kutiup kau malam itu.” Supaya mayat-mayat yang dikubur tanpa nisan menguak tanah yang menguruknya dan merangkak pelan menuju gubernuran? ”Seharusnya kutiup kau malam itu.” Supaya mereka yang tertembak bisa berjalan ke gereja dengan tubuh berlubang dan [...]
Filed under: Poem/Puisi | Tagged: benci, bunuh, darah, Dili, gereja, Gubernur, mati, poem, puisi, Santa Cruz, Seno Gumira Ajidarma, SGA, Timor Timur | Leave a Comment »










