Posted on March 25, 2009 by bhayu

Sinar mentari makin temaram
pertanda malam akan segera tersulam
burung hantu pun mulai beruluk salam
mengiring gelap yang datang dalam diam.
Sunyi terasa makin sepi
saat mendung bertahta kalahkan nyala api
yang sengaja kunyalakan untuk berdiang
di gigilnya malam yang makin meradang.
Kau pernah bawakan nyala
hidupkan gulita dalam pergola
Kau kalahkan derasnya hujan
gemuruh air yang kuyupkan badan.
Kau pernah yakinkan daun yang jatuh
bahwa apa yang hilang akan kembali
bahwa yang dikorbankan akan berarti
ketahuilah bahwa semua itu telah menjadi suluh
menerangi siangku yang berpeluh
panas dan gelap tergayuti mendung
galau hadapi badai yang membendung
membuat kapalku dapat kembali membuang sauh.
Kelak akan ada masa
dimana semua daun yang jatuh
dikumpulkan dalam satu buluh
untuk memberikannya rasa.
Satu masa yang jauh
yang mungkin akan lepas dari genggaman
bila kita tidak menjaga malam menjadi aman
ketika siang masih berlabuh.
Bila masa itu datang
tiada berguna segala pertolongan
musnah sudah semua harapan
kecuali apa yang sudah kita persiapkan.
Saat malam telah datang
gugur sudah segala yang tersimpan
hanya sisakan kain tujuh lapisan
membungkus rapih kerapuhan dalam sulaman
ku ingin engkau pastikan
bahwa aku hanya inginkan kebahagiaan
bagi dirimu untuk masa depan
di saat malam telah buat siang menghilang.
Untuk YPP: Selamat Ulang Tahun.
(Puisi oleh Bhayu M.H. diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)
Foto by: Jouni Paavilainen from christianphotos.net (free photo)
Filed under: Puisi/Poem | Tagged: HUT, malam, poem, puisi, ulang tahun