Pelecehan Seksual

Dalam hidup, seringkali kita secara tak sengaja terlibat dalam pelecehan seksual. Saya sering mendengarkan ‘curhat’ dari rekan-rekan wanita terutama yang bekerja di industri manufaktur bahwasanya banyak pegawai pria yang hobi ‘ngomong jorok’. Seorang General Manager PSDM di sebuah perusahaan percetakan besar misalnya, saat mencoba berakrab-akrab dengan sekertaris wanitanya yang hari itu tampil agak pendiam, menegurnya dengan kalimat, “Halo A, kok hari ini sedih? Tadi malam nggak dapet ya?” Anda yang sudah dewasa pasti tahu ke mana konotasi kalimat itu.

Ucapan jorok sebenarnya merupakan bentuk pelecehan seksual. Di Amerika Serikat, pelakunya bisa dituntut ke pengadilan. Bentuk-bentuk penghinaan yang berhubungan dengan aktivitas seksual merupakan ejekan yang amat kasar di sana. Namun di sini, jangankan ucapan, wong tindakan saja masih dianggap biasa kok.

Seorang atasan yang saat berinteraksi dengan bawahannya melakukan kontak fisik, dianggap sudah biasa. Padahal, menyentuh bagian tubuh lawan jenis sudah termasuk dalam pelecehan seksual. Mengomentari penampilan lawan jenis pun termasuk pelecehan. Karena itu, kenali tanda-tanda pelecehan seksual berikut:

  • Lawan jenis mengomentari penampilan fisik anda
  • Lawan jenis melakukan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai merendahkan. Misalnya bersuit atau bersiul saat anda lewat, memandangi tubuh anda dari atas ke bawah, berdecak, menjentikkan jari, dsb
  • Menceritakan lelucon jorok terutama yang berkaitan dengan aktivitas seksual di hadapan lawan jenis
  • Memanggil anda dengan sebutan merendahkan. Misalnya: tetek gede, pantat bahenol, dsb
  • Menceritakan aktivitas seksualnya sendiri kepada lawan jenis tanpa diminta dan tanpa persetujuan
  • Mencoba menyentuh bagian tubuh lawan jenis, meski cuma sekilas. Misalnya menyentuh punggung tangan saat lawan jenis sedang duduk, menepuk bahu lawan jenis dari belakang, dsb
  • Menceritakan tentang anda terutama berkaitan dengan kondisi fisik anda kepada orang lain
  • Memberikan isyarat yang menunjukkan aktivitas seksual atau tindakan merendahkan. Misalnya menyelipkan jari jempol di antara jari telunjuk dan jari tengah, menunjukkan jari tengah ke atas, dsb

Leave a Reply