Mantan penyanyi rock yang di akhir hidupnya getol berdakwah ini akhirnya ‘mementaskan konser terakhirnya di panggung kehidupan’. Ia wafat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta selepas maghrib hari Kamis (28/2). Kemungkinan besar kanker kelenjar getah bening yang sudah dideritanya sejak 2005-lah yang merenggut nyawanya. Bagi yang lahir pada dekade 1990-an mungkin tak kenal dia. Karena Gito yang bernama asli Bangun Sugito ini aktif di pentas rock Indonesia pada dekade 1970 hingga 1980-an. Bagi yang masih ingat, lelaki kelahiran Biak 1 November 1947 ini pernah dijuluki “James Brown Indonesia” karena talentanya yang menyanyikan dengan gaya dan suara yang mirip dengan penyanyi aslinya.
Ada cerita yang saya ingat tentang Gito dan saya dengar dari Remy Sylado sahabat Gito. Kebetulan saya pernah berkunjung ke rumah salah satu maestro sastra Indonesia itu beberapa waktu lalu (lihat tulisan berjudul “Apa artinya BH?”). Remy mengatakan, pada dekade 1970-an di masa kejayaan majalah Aktuil, generasi muda saat itu begitu heboh dengan fenomena seks bebas. Fenomena ini disebut “Orexas”, kependekan dari “Organisasi Sex Bebas”. Remy-lah yang pertama kali mempopulerkan istilah ini dalam bentuk cerita bersambung di Aktuil. Kemudian istilah tersebut ngetop dan dipakai oleh anak-anak muda di zamannya. Berbagai graffiti dibuat di dinding dan aneka party digelar untuk merespon kegilaan ini.
Hal lain yang diingat Remy adalah, pada saat itu Bandung merupakan pusat budaya pop (pop culture)-nya Indonesia. Segala hal termasuk musik, mode, dan majalah trend-nya justru dimulai di Bandung. Dan di Bandung inilah tempat nongkrong para pemusik muda termasuk Gito Rollies. Menurut Remy, waktu itu anak-anak muda Bandung membuat taruhan, siapa yang berani melakukan hal gila: naik motor telanjang bulat dari jalan Braga ke Lembang di tengah malam. Dan Gito-lah yang menyambut tantangan itu dan berhasil! Itulah salah satu contoh kegilaan Gito di masa mudanya. Ia juga pernah dikeluarkan dari The Rollies karena terlibat pemakaian obat-obatan terlarang. Syukurlah ia akhirnya berhasil sembuh.
Alhamdulillah, tampaknya Gito menyadari berbagai kegilaan masa mudanya. Hingga di akhir hidupnya ia malah membaktikan diri bagi syi’ar agama Islam yang dianutnya. Penampilannya pun berubah total dan terus konsisten hingga akhir hidupnya. Penyakit yang dideritanya membuat fisiknya tampak lemah dan dalam beberapa penampilannya terlihat tangannya sudah tremor. Dakwahnya beberapa tahun terakhir itulah yang justru insya Allah menambah tabungan pahalanya. Itulah jalan hidup manusia, tiada yang tahu bagaimana rute yang dilewati hingga mencapai akhir perjalanannya.
Selamat jalan Gito Rollies, semoga Allah berkenan menerima amalmu…
Sumber foto: http://www.koleksikasetindonesia.blogspot.com
Filed under: Inspiring People/Tokoh Panutan | Tagged: 1970, Gito Rollies, rocker, The Rollies











Satu sisi tentang Gito pada tulisan ini juga ditulis Budiarto Shambazy di Kompas edisi Sabtu, 1 Maret 2008. Sayang sekali. Mengapa untuk memuji akhir hidup yang baik pada diri seseorang harus dibumbui cerita negatif di masa lalunya. Terlebih bagian itu sangat memalukan bagi seorang manusia yang mengaku beragama. Bukankah kita pun tak mau aib kita dibuka di muka umum, betapapun kecilnya.
Saya muat komentar dari ibu Ietje Guntur yang dikirim japri via e-mail berikut:
Helllow mas Bhayu…(nulisnya pake BH, ya ?)…
Lam kenal dulu yaa…
Barusan aku ngintip blog mas Bhayu…baca tentang Gito.
Waduuuh…aku jadi ingat jaman dahulu kala…Dia memang edan abis.
Selain itu majalah Aktuil memang hebat…dulu aku belajar nyanyi dari situ…hehehe…
Mas Bhayu…blognya juga keren. Rapi banget gitu…
Secara aku bikin blog, acak-kadul gak karuan. Pokoknya nulis…posting…gak ada seninya. Maklum rada gaptek juga. Pengen bikin blog yang rapi admin-nya biar yang masuk gak mabok…Tapi aku sempetnya nulis sama otak-atik blog itu kan nyuri waktu di sela-sela kerjaan sama ngurusin suami…gak bisa manteng di komputer lama-lama. Padahal sih pengennya tampilannya kayak majalah biar gampang dibaca.
Oya, blog aku di
http://360.yahoo.com/ietje_gun76
ietje.gun76/blogspot.com sama di wordpress.ietjegun76. satu lagi di Friendster.
Waaah…ngurusin blog kayak ngurusin anak dan suami…repot bangeeet…hehe…
Tulisan juga asal masuk aja…yang penting isi kepala keluar dulu…
Oke ya, mas Bayu…thanks atas ceritanya tentang Gito Rollies.
Salam,
Ietje